Ramadan Penjual Rujak

Sekitar dua pekan lalu, penjual rujak yang mangkal dengan gerobaknya
di seberang pintu gerbang masjid di hari Jumat, memberi tahu
rencananya akan pulang kampung ke Garut, Jawa Barat, dari awal
Ramadan. Saya memaklumi kondisinya sebagai penjual makanan yang
kendati tidak ada larangan secara khusus untuk berjualan di siang
hari selama bulan puasa Ramadan, Saya malu, nggak enak,
berjualan selama bulan puasa
, jelasnya kepada saya.

Malu adalah sebagian dari iman dan terhadap kesederhanaan kalimat
yang diucapkan, saya tidak perlu menerka-nerka isi hatinya.
Tempatkanlah segala sesuatu secara proporsional, baik yang tersurat,
pun yang tersirat.

Continue reading “Ramadan Penjual Rujak”