Taman Ganesha dan Ospek Mahasiswa

Tanggal 27 Juli lalu saya sempat menulis ihwal Taman Ganesha di milis
Kalam Salman yang beranggotakan alumni kegiatan di Masjid Salman,
ITB. Saya salinkan
di bawah ini.

Saya cukup sering singgah di Taman Ganesha, yang berada di sebelah
Masjid Salman. Terakhir mampir ke sana, sebelum bulan Ramadan ini,
saya lihat sedang digunakan untuk acara Ospek beberapa jurusan di ITB.

Taman Ganesha ini saya anggap sebagai miniatur Bandung, karena berada
di ketinggian (dibanding Taman Cikapayang misalnya), kering-berasap di
musim kemarau dan terendam banjir di musim hujan. Sampai dengan aspek
sosialnya pun seperti model Bandung: sebagian warga memancing di kolam
tengah dengan modal sendiri – menggambarkan Bandung yang kekurangan
ruang publik dan harus diupayakan oleh warganya sendiri, di
bangku-bangku taman ada beberapa gelandangan tidur atau remaja
berpacaran. Bandung pisan, kan?

Nah, sambil melihat adik-adik angkatan sekarang melakukan Ospek di
sana, jadi terpikir: apa tidak mungkin mahasiswa di ITB diajak
memperbaiki Taman Ganesha sebagai bahan Ospek mereka? Tentu bukan
menjadi pasukan semut yang memunguti sampah taman terus dikumpulkan di
bak sampah besar, ini terlalu sederhana untuk Ospek jurusan; tetapi
melihat taman tsb. lebih komprehensif dan mengupayakan pembenahan yang
berkesinambungan. Jika tidak salah, Ospek di kampus berlangsung
beberapa bulan, kan?

Jika terlalu awang-awang, misal diambil salah satu sisi: pengolahan
sampah daun kering di taman, dari pengumpulan hingga ditimbun agar
menjadi kompos. Ini sederhana, namun perlu niat sungguh-sungguh dan
telaten.

Dosen muda di kampus bekerja sama dengan himpunan seharusnya bisa
memulai hal ini dan insya Allah tidak memberatkan Pak/Bu Dosen karena
yang diperlukan pengawasan dan konseling. Di lapangan, adik-adik
senior himpunan dan mahasiswa baru dapat mengerjakan sendiri.

Tidak terlalu utopis pula, karena mudah dijangkau dari kampus, taman
tsb. tidak seramai Cikapayang misalnya, dan kondisi sosialnya juga
cukup kondusif. Saya tertarik membantu sebenarnya, supaya tidak
dianggap hanya omong dan memang berminat dengan percontohan taman yang
bersih. Hanya dalam hal ini saya baru menyampaikan pikiran lewat
tulisan. Selama ini saya baru mencoba mengurus sampah di kantor.

Terima kasih.

Foto Taman Ganesha tanggal 7 Juli lalu:

Dry Season at the Park