“Sing Waras Sabar”

Lewat salah satu milis, saya baca tulisan Hartono Ahmad Jaiz berjudul
Sing Waras Ngalah? Dari pencarian Google, tulisan tersebut
[dimuat di Arrahmah](http://www.arrahmah.com/news/2014/04/08/sing-waras-ngalah.html), ditampilkan oleh A. Z. Muttaqin, bertanggal
8 April 2014. Kutipan sebagian tulisan tsb.:

Ketika manusianya sudah membuat aturan tidak waras seperti itu, maka orang waras pun mau tidak mau harus mengalah. Tidak berkutik lagi. Sementara itu orang-orang yang tidak waras justru mengambil kesempatan.

Kesempatan apa?

Kesempatan untuk membuat, mengkader sebanyak-banyaknya orang yang tidak waras.

Untuk apa?

Untuk menambah suara dalam pemilihan ini dan itu, dari pilkada bahkan pilihan RT sampai pilihan caleg, bahkan penguasa tertinggi di suatu negeri.

Pengkaderan sebanyak-banyaknya agar jadi orang yang tidak waras? Aneh.

Di dunia ini, ketika norma yang dibangun sudah berlandaskan menyamakan orang waras dengan orang tidak waras itu sendiri sudah aneh. Sehingga yang ditempuh selanjutnya pasti tidak waras pula.

Continue reading ““Sing Waras Sabar””