Semua Akan NU pada Waktunya

Pada saat tarik-ulur pelaksanaan Aksi Bela Islam 212 (2 Desember 2016, “ABI 212”), pesan dari teman lewat WhatsApp, Semua akan NU pada waktunya. Pernyataan ini terkait perubahan acara yang semula disebut-sebut akan diselenggarakan salat Jumat di jalan raya, akhirnya diselenggarakan di kawasan Monas dan diberi atribut acara, Istighosah dan Doa untuk Negeri. Istighosah adalah istilah yang sering digunakan NU dan biasanya dalam bentuk penggalangan massa. Dengan demikian, kendati NU tidak turut serta pada Aksi Bela Islam, pemilihan istighosah sebagai kompromi istilah menjadi, “begitu nahdliyin…”

Agar adil, beredar pula candaan bahwa ada yang memprotes rencana salat Jumat di jalan raya karena dianggap bid’ah, namun setelah dijelaskan bahwa K. H. Ma’ruf Amin akan turut sebagai khatib, pemrotes tsb. selanjutnya terdiam.

Bagaimana dengan “semua akan NU”? Berikut senarai beberapa kejadian sejak akhir 2016 hingga hari-hari ini, lebaran Idulfitri 1438H, menjelang pertengahan tahun 2017. Continue reading “Semua Akan NU pada Waktunya”

Tiongkok

Akhirnya episode keenam Story of China oleh Michael Wood di BBC Earth selesai saya tonton dalam maraton tiga episode terakhir. Empat ribu tahun sejarah Tiongkok dipadatkan, pikiran seperti terengah-engah melompat antardinasti, melintasi ruang hidup bangsa Tiongkok yang luas.

Pertama, sejarah Tiongkok menggambarkan ungkapan, “ribuan korban adalah statistik.” Setiap pergantian dinasti seperti meminta tumbal ratusan ribu hingga jutaan korban manusia tewas. Termasuk petualangan Tiongkok pada perang dunia dan bencana kelaparan pada pertengahan abad XX. Tapi alih-alih berkurang, populasi bangsa Tiongkok bertambah terus, hingga perlu direm pada era modern. Jika sekarang mereka berhasil menahan jumlah penduduk pada seperenam populasi dunia, disebutkan Dinasti Ming membawahi sepertiga warga dunia.
Continue reading “Tiongkok”

Penjahat tapi Salat

Salinan tulisan lama, 8 Maret 2004, yang perlu diselamatkan dari arsip blog De Gromiest, paguyuban muslim asal Indonesia di Groningen, Belanda.


Pada salah satu pertemuan yang tidak direncanakan di rumah Concordia
beberapa pekan lalu, saya mendapat keterangan yang indah bahwa ujian
hidup itu tidak perlu harus diada-adakan atau dilatih, melainkan
sudah ada di depan kita dan tinggal dijalani. Pada saat ban sepeda
bocor, itu juga ujian; bagaimana tingkah laku kita menghadapinya
adalah juga cermin sampai seberapa tinggi nilai yang (telah) kita
dapat.

Demikian halnya pertanyaan tentang ketuhanan, yang selama ini
biasanya menjadi debat kusir pada diskursus teologi, tiba-tiba dalam
waktu beberapa hari ini muncul di depan saya. Berondongan pertanyaan
sulit dan perlu perenungan itu terlontar begitu saja dari mulut dua bocah kecil.

Aturan L'Hôpital
Diambil dari halaman Wikipedia tentang Aturan L’Hôpital

Continue reading “Penjahat tapi Salat”

Gauss

Sepucuk tulisan lama saya ditemukan kembali dari salah satu milis yang sudah vakum. Disalinkan saja ke sini dengan sedikit penyuntingan.


Beberapa hari lalu anak saya menceritakan pengalamannya menghitung penjumlahan deret 1 s.d. 10 (1 + 2 + 3 + … + 10) di sekolah dan kemudian mengulang lagi di rumah. Saya yang pernah membaca kisah menarik salah satu jenius matematika dari Jerman, Carl Friedrich Gauss, pada masa kecilnya di sekolah, jadi tertarik untuk mengajak dialog anak saya.  Continue reading “Gauss”

Agustus

Hari ini awal Agustus, tanggal 1. Tampaknya menyenangkan digunakan sebagai hari seremonial untuk mulai menulis blog dengan lebih aktif: jumlah ditambah dan semoga kualitas juga turut serta ditingkatkan. Seperti biasa, tulisan ditampilkan secara bebas di beberapa media sosial. *Bebas aktif* saja.

Walaupun dulu sudah pernah ada pencanangan seperti ini, kali ini dilakukan lagi, dengan tujuan tetap bersemangat menulis, *mengembalikan keriangan menulis*, seperti slogan di situs ini.

Bismillah.

Keriangan

Tentu sangat memalukan, blog ini dipasangi slogan Mengembalikan
Keriangan Menulis
, namun jangankan menjadi riang bahkan
tanda-tanda rajin ditambahi tulisan baru pun belum tampak.

Menyedihkan!

Usaha awal agar tulisan untuk blog ini lebih sering dan lebih teratur
lewat catatan di [Asana](http://asana.com), yang terpilih sebagai alat bantu manajemen
proyek untuk keperluan kantor dan juga pribadi. Sayang sekali, upaya ini
belum dapat dijalankan optimal, salah satu penyebabnya kurang disiplin
antara rencana versus realisasi. Kandas pada pelaksanaan.

Continue reading “Keriangan”

Undangan “Worldwide Photowalk 2014” untuk Bandung

Sebelumnya saya pasang [promosi photowalk di blog #direktif](http://direktif.web.id/2011/02/kami-memotret-bandung/), untuk sekarang sepertinya lebih afdal dipindah ke sini dan akan dilanjutkan dengan tulisan-tulisan tentang kegiatan photoblog saya. Tidak ada alasan khusus, lebih pada kesesuaian sepihak.

Ringkasnya saya sudah mendaftarkan Bandung untuk diikutkan di Worldwide
Photowalk yang secara serentak dikoordinasikan oleh Kelby, berskala
dunia. Dukungan datang [salah satunya dari Flickr](http://blog.flickr.net/en/2014/09/25/two-weeks-until-the-largest-day-of-photowalks-in-the-world/) dan secara sporadis
dipromosikan oleh para penyelenggara di tiap-tiap kota. Sampai dengan
hari ini tercatat baru ada tiga lokasi photowalk peserta acara ini untuk
Indonesia.

Continue reading “Undangan “Worldwide Photowalk 2014” untuk Bandung”

A.S.

Pada mulanya Hillary Clinton berangkat menemui Morsi: konflik Gaza dapat diakhiri, poin untuk kubu Mesir. Musim semi Arab sudah bersemai.

Selanjutnya Suriah, beberapa analis Barat menyebut istilah sabuk Teheran-Baghdad-Lebanon-Damaskus. Polarisasi Sunni-Syiah: kubu Iran mengungkit-ungkit Morsi-Obama karena Saudi Arabia-Amerika Serikat sudah dianggap lazim.

Berlanjut dengan kejatuhan Morsi: Amerika Serikat menahan diri, Saudi langsung mengambil sikap. Kubu Saudi dan Mesir saling mengirim salvo. Kubu Iran mengambil pelajaran, soal Morsi-Obama terkadang disebut-sebut.

Suriah bergolak kembali, dunia cemas dengan risiko Perang Dunia. Giliran Kubu Iran vs. Saudi dan lagi-lagi peran Amerika Serikat dijadikan sindiran.

Sekarang komunikasi Rouhani-Obama membuka kebuntuan yang sudah
berlangsung sejak 1979, apakah celetukan “soal-soal Amerika
Serikat” terkait geopolitik Timur Tengah akan berlanjut? Continue reading “A.S.”

Bersepeda Seperti Sediakala

Sebenarnya dalam bayangan saya tentang bersepeda adalah seperti sediakala™.

Saat itu sepeda yang sudah dianggap bagus adalah “Phoenix, buatan RRT” (Republik Rakyat Tiongkok). KW-1 dst. dari Phoenix bertebaran, antara lain “Turangga” buatan Sidoarjo. Phoenix tsb. berharga Rp 150-an ribu pada masa itu dan sudah kinclong. Tanpa perlengkapan khusus seperti gigi sekian nomor, apalagi speedometer dan GPS. Perlengkapan tambahan hanya rem dan sandaran untuk parkir.

Untuk Bandung Utara, sepeda seadanya seperti ini memang menyengsarakan: saya pernah mencoba memboyong ke sini waktu kuliah, hanya untuk melaju dari pintu gerbang kampus bagian depan ke perpustakaan di belakang, perlu mengayuh berbonus tersengal-sengal, sedangkan pada arah sebaliknya, direpotkan oleh pengereman yang mendebarkan jantung lebih keras.

Sebaliknya, pada saat saya tinggal di Rancaekek, Bandung Timur, hampir semua urusan sehari-hari dilakukan dengan sepeda dan super-praktis. Dua unit sepeda untuk satu keluarga sudah nyaman mengitari kompleks perumahan sampai belanja ke pasar besar kecamatan. Penitipan sepeda berskala besar di stasiun kereta api Rancaekek juga disediakan, termasuk feature sepeda diamankan secara khusus jika pemiliknya tertinggal kereta api yang datang terakhir. Continue reading “Bersepeda Seperti Sediakala”

Balasan Kebaikan

Seseorang dengan pikiran pendek mengambil kesimpulan gegabah, Tidak ada artinya kebaikan atau keburukanku, toh aku telah berlaku buruk pun tidak menjadikan masalah buatku!

Segumpal kesadaran dalam dirinya menyelinap dengan bisikan halus, Itulah Maha Pengasih dan Penyayang Tuhanmu: engkau berlaku buruk pun, tetap diberi kesempatan memikirkan perilakumu sendiri. Tidak malu kau?