Perihal “Angkot Day”

Tentang kampanye dan eksperimen sosial [Angkot
Day
](http://angkotday.info) yang akan
diselenggarakan teman-teman Riset Indie besok, 20 September, pukul
05.00-19.00, saya ucapkan selamat mencoba! Karena ini rintisan
komunitas, maka dilakukan secara parsial, kesadaran relawan, dan
bersifat model. Jadi mari kita masyarakat, khususnya warga Bandung,
melihat dengan pikiran terbuka terlebih dulu inisiatif untuk berubah
menjadi lebih baik.

Angkot Day akan dilangsungkan dengan cara menggratiskan trayek
angkot Abd. Muis-Dago. Yang lebih penting: angkot yang
mengikuti eksperimen ini tidak diperbolehkan mengetem (berhenti
dalam waktu yang tidak jelas dengan tujuan menunggu penumpang yang
juga belum jelas kedatangannya), dilarang dikemudikan dengan
ugal-ugalan, dan ujungnya menghasilkan ketertiban dan kenyamanan
untuk penumpang. Untuk pengamatan selama eksperimen, di setiap
angkot akan diikuti oleh seorang relawan pemantau. Continue reading “Perihal “Angkot Day””

Agama dan Spiritualisme

Saya menjumpai beberapa tulisan yang memberi penekanan perbedaan antara agama dan spiritualisme dalam konteks yang tidak tepat, biasanya dalam bentuk sbb.:

  1. Agama dianggap memisah-misahkan manusia dalam sekat-sekat keyakinan, sedangkan spiritualisme merangkul semua manusia dalam satu pemahaman menuju Tuhan.
  2. Agama disebut lebih membuat penganutnya sibuk dengan aspek ritual mengarah kepada Tuhan, sedangkan spiritualisme terlihat lebih manusiawi, salah satunya karena pemahaman menuju Tuhan lewat apresiasi terhadap sesama manusia.

Continue reading “Agama dan Spiritualisme”