Hari Sastra Indonesia

Maklumat Hari Sastra disampaikan oleh para sastrawan Indonesia di Bukittinggi, Ahad, 24 Maret. Lewat maklumat tsb. ditetapkan tanggal 3 Juli sebagai Hari Sastra Indonesia. Acuan tanggal 3 Juli adalah tanggal kelahiran sastrawan besar Abdul Muis. Hari Sastra digagas Taufik Ismail dengan dua tujuan di antaranya: menumbuhkan kecintaan terhadpa karya sastra Indonesia dan silaturahim antarsastrawan.

Abdul Muis dikenal dalam pelajaran sastra di sekolah lanjutan lewat novel Salah Asuhan. Salah satu kutipan Salah Asuhan pernah dijadikan bacaan di salah satu bab buku teks bahasa Indonesia SMA, sehingga tokoh-tokohnya, terutama Hanafi, akrab buat siswa yang peduli pelajaran bahasa Indonesia. Continue reading “Hari Sastra Indonesia”

Ridwan Kamil dan BCCF

Sebagian Beranda di Facebook berisi deklarasi Kang Ridwan Kamil sebagai kandidat walikota Bandung, yang menurut [kabar terakhir diusung oleh PKS dan Gerindra](http://news.detik.com/bandung/read/2013/03/16/185436/2195922/486/pks-gerindra-resmi-usung-ridwan-kamil-oded?g991102485). Terbaca juga pertanyaan Pak [Budi Rahardjo](https://www.facebook.com/budi.rahardjo) tentang Kang Ridwan.

Sekarang saya lihat banyak rekan-rekan yang menduku Ridwan Kamil untuk menjadi walikota Bandung. Ada informasi yang dapat dibaca/dijadikan rujukan?

Continue reading “Ridwan Kamil dan BCCF”

Jelajah Pangandaran: Tarian Pesta Panen dan Ronggeng Gunung

Diiringi gerimis kami, rombongan Jelajah Pangandaran, sampai di hotel tempat kami menginap. Gambaran saya tentang Pangandaran dari sekira dua dasawarsa lalu benar-benar tak membekas, yang terbayang sekilas dari gerbang Pantai Pangandaran hingga hotel adalah suasana kota-pantai; tidak sebesar Kuta di Bali, tentu karena Pangandaran sendiri kabupaten. Pedagang Kaki Lima berjajar di bawah warung-tenda, penyewaan sepeda tersebar di beberapa titik ramai, dan wisatawan berkostum pantai berseliweran.

Di hotel kami disambut perwakilan dinas pariwisata setempat. Tanpa berlama-lama termasuk hanya meletakkan tas di kamar masing-masing, kami diundang mendatangi pertunjukan kesenian di Kampung Cikelu, Desa Sukahurip. Ternyata cukup jauh dari pantai, di daerah pertanian dalam kondisi sedang hujan, mobil rombongan melintasi jalan bak pematang sawah, seukuran sedikit melebihi lebar kendaraan. Continue reading “Jelajah Pangandaran: Tarian Pesta Panen dan Ronggeng Gunung”

Jelajah Pangandaran 2012

Tanggal 24 November lalu saya berkesempatan mengikuti Jelajah
Pangandaran 2012
. Diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif, pelaksanaan acara ini dikerjakan Indecon.
Jelajah Pangandaran berisi serangkaian acara dan
kunjungan di kawasan dekat Pantai Pangandaran, Kabupaten
Pangandaran, Jawa Barat. Setelah menempuh perjalanan sekira
5 jam Bandung-Pangandaran, acara di tujuan penjelajahan
berlangsung dari 24 November pukul 19 hingga
26 November pukul 14. Reportase perjalanan tsb. akan
dipublikasikan dalam beberapa tulisan di bawah ini:

  1. Jelajah Pangandaran 2012 (tulisan ini).
  2. Jelajah Pangandaran: Tarian Pesta Panen dan Ronggeng Gunung.

Terima kasih untuk Rendy Maulana yang
telah mendaftarkan saya sebagai peserta.

Berapa lama perjalanan ke Pantai Pangandaran? Ini pertanyaan awal
yang disampaikan teman lewat email setelah membaca reportase
langsung Jelajah Pangandaran di status Facebook saya.
Pada perjalanan kami Sabtu tsb. Bandung-Pantai Pangandaran ditempuh
sekira enam jam, dengan satu jam beristirahat makan siang di dekat
Cicalengka, Kab. Bandung Barat. [Google Maps](http://goo.gl/maps/c8uvw) memberi prediksi
lama perjalanan enam jam (tanpa istirahat).

Continue reading “Jelajah Pangandaran 2012”

Mengikuti Tablig Hari Moekti

Tak terencana, saya datang di [Masjid Nurul Jamil](https://plus.google.com/103809579752031958321/about) tadi pagi melihat keramaian: sejumlah ibu anggota pengajian dan siswa-siswi Sekolah Menengah. Setelah diamati di spanduk kegiatan, barulah paham bahwa hari ini Ustad Hari Moekti akan datang menyampaikan tablig akbar. Seingat saya tahun lalu dia juga sempat datang berceramah di masjid ini, dan benar adanya disampaikan oleh pembawa acara dalam pengantarnya.

Hari Moekti bukan nama asing di akhir 1980-an. Istilah JJS untuk “Jalan-jalan Sore” menjadi populer saat itu, sekaligus memperkenalkan Jalan Melawai di sekitar Blok-M, Jakarta, yang dijadikan ilustrasi JJS. Versi “jalan-jalan Dago” juga disediakan untuk edisi penampilan di Bandung. Demikian juga frase “ada kamu” diangkat oleh Hari dan kabarnya menjadi salah satu hit. Setelah itu Hari mengundurkan diri dari ranah musik dan disebut-sebut oleh media menekuni kegiatan keagamaan. Publik tahu kabar tersebut dari awal, bersama dengan kabar musisi besar lain, Gito Rollies (alm.), namun ternyata [ada juga yang baru tahu](http://indolawas.blogspot.com/2008/02/hari-moekti-ada-kamu.html) perubahan Hari Moekti di akhir dasawarsa ini.

Continue reading “Mengikuti Tablig Hari Moekti”

Penyewaan Sepeda dalam Kota di Bandung

Setelah mendapat kabar dari teman dan [diliput di media massa](http://antarajawabarat.com/lihat/berita/37939/bandung-miliki-13-shelter-jasa-sewa-sepeda), saya berkesempatan singgah menjenguk salah satu halte penyewaan sepeda di Cikapayang, Dago. Bandung sedang mulai memperbaiki diri: diprakarsai oleh Bandung Creative City Forum (BCCF), penyewaan sepeda dalam kota, diberi nama **bike.bdg**, diresmikan walikota di Jalan Pajajaran, 10 Mei lalu. Segera hal ini mengingatkan akan [“taksi sepeda” di Paris, Prancis](http://europeforvisitors.com/paris/articles/paris-bike-rentals.htm “VĂ©lib’ Bike Rentals”).

Parijs van Java, yeuh!

Continue reading “Penyewaan Sepeda dalam Kota di Bandung”

Moleskine

Seorang teman terlihat memberi jempol untuk halaman [Moleskine Asia di Facebook](https://www.facebook.com/moleskineasia). Moleskine, teringat saat membaca tulisan beberapa desainer lewat blog dan karena penasaran saya tanyakan ke [Boy Avianto](http://home.avianto.com) sebenarnya apa keistimewaan buku catatan tsb. Dengan jujur Boy menjelaskan ya mirip saja dengan buku saku lain, namun dalam hal Moleskine ini ada aspek sentimental menggunakan merk tertentu yang sangat terkenal. Jawaban yang saya sukai karena toh fungsi buku lebih diprioritaskan ketimbang atributnya. Kendati, lanjut Boy, di buku tsb. ada nomor seri yang dapat didaftarkan lewat web dan itu menjadi catatan personal yang unik.

Tentu saya tidak tahu sejauh mana keunikan tsb. karena belum pernah membeli Moleskine dan hanya menikmati keanggunannya di sejumlah toko buku yang gemerlap. Iseng saya cari tulisan tentang Moleskine sore ini, hasilnya masih sama dengan tahun-tahun lalu, yaitu dilengkapi dengan harganya yang mahal. Padahal di halaman mereka di Facebook ada satu foto berisi tumpukan Moleskine diberi keterangan, Berapa buku tumpukan milik Anda? Sebagian komentator menjawab di bawah lima, namun ada kelompok kecil komentator yang menyebut banyak atau di atas sepuluh buku. Berarti kelompok berkecukupan yang menilai keelokan Moleskine sepadan dengan ide kreatif mereka yang dituangkan di lembar-lembarnya.

Continue reading “Moleskine”

1-1-2012

Menjelang akhir 2011 terpikir blog-blog yang saya urus selama ini perlu disegarkan. Tentu dengan lebih banyak tulisan lagi, yang berarti harus ada cara agar lebih sering terpacu menulis. Tidak hanya yang bercecer di Facebook dan Google Plus. Untuk mikroblog, saya merasa agak bosan dan dibatasi ukuran mereka yang terlalu ringkas dan menjadi sekadar percakapan terus-menerus layaknya IRC di masa lalu yang saya juga tidak betah.

Lewat tema WordPress!
Selama ini saya kumpulkan [tautan artikel tentang tema WordPress](http://delicious.com/ikhlasulamal/wordpress+theme), sudah seharusnya dipilih dan dimanfaatkan. Betul, ini memang semata-mata kosmetik, namun asyik juga melihat halaman blog necis. Pilihan [Smashing Magazine untuk 2011](http://wp.smashingmagazine.com/2011/07/05/free-wordpress-themes-2011-edition/) sudah layak dan kandidat sudah dipersiapkan rencana ini. Minimalis dan bersih — dua syarat awal sebelum berkembang pada keperluan lain. Mengapa tidak?

Dari Google Plus terbaca ajakan [Matt Cutts](https://plus.google.com/u/0/100145856129045595138/posts/6vrsD9pab1W) untuk memulai tahun 2012 dengan melakukan hal yang rutin, yang agak berbeda, selama 30 hari dulu, berarti dicoba untuk Januari. Akur dan mari dimulai. Oh ya, tulisan bebas dipasang di sembarang situs web asuhan sendiri.

Selamat datang 2012.

Sepuluh Persen

Ada 10% orang baik, 10% orang bermasalah, dan 80% mengikuti yang sedang dominan saja.

Ini pendapat teman tentang keadaan Indonesia saat ini. Rasio 20:80 sudah umum dikenal, disebut sebagai [Prinsip Pareto](http://en.wikipedia.org/wiki/Pareto_principle “Pareto Principle”). Dua puluh persen sumberdaya menggerakkan delapan puluh persen aktivitas. Dipilah menjadi dua kelompok di atas tampaknya untuk menekankan hal tsb. penting dalam kasus di sekitar kita. Saya juga pernah mendengar paparan salah seorang pegiat kegiatan pemberdayaan masyarakat yang menyebut untuk setiap kelompok yang terdiri atas lima orang, terdapat seorang yang menyetujui perbaikan, seorang “bikin onar”, dan sisanya “mengalir saja”. Yang dilakukan pegiat tadi adalah agar si baik dapat mengatasi pembikin onar, dengan demikian diikuti massa mengalir.

Continue reading “Sepuluh Persen”